Oleh: Rikoyatra
Pemimpin itu bukanlah orang yang seharusnya bisa menyelesaikan semua masalah, melainkan ia adalah orang yang mampu menginspirasi orang-orang disekitarnya untuk bergerak bersama menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Masalah tidak akan membuat kita menjadi apa-apa, namun cara kita merespons masalah lah yang membuat kita akan menjadi siapa ?
Sunday, October 25, 2015
Tuesday, October 13, 2015
TIPS MENGEFEKTIFKAN METODE CERAMAH
Oleh: Herry Eko Jaya Putra
Metode ceramah adalah metode yang paling banyak digunakan
oleh guru dalam menyampaikan materi pelajaran di kelas. Sebagian orang
beranggapan metode ceramah adalah metode yang kurang baik untuk diterapkan
dalam pembelajaran. Bahkan sebagian orang (supervisor, pelatih, dosen) ada yang
“alergi” ketika melihat RPP seorang guru yang akan disupervisinya menggunakan
metode ceramah, saat mendengar kata-kata ceramah itu kesan yang muncul adalah
suasana monoton, tidak menarik dan membosankan, padahal dalam banyak kesempatan
justru mereka sendiri seringkali menggunakan metode ceramah ini.
Mungkin kita pernah melihat/mendengar sebuah ceramah dari
seseorang yang benar-benar menggugah dengan tanpa memunculkan kesan membosankan
sedikitpun. Dilain waktu kita juga mendengar ceramah dari orang yang lain yang ternyata
sukses membuat kita bosan. Walaupun dua contoh diatas sama-sama menggunakan
metode ceramah namun ia memberikan efek yang berbeda kepada audiens, karena
setiap penceramah memiliki daya tarik yang berbeda-beda.
Saturday, June 27, 2015
LALAT DAN CARA BERPIKIR YANG MONOTON
Ditulis oleh: Herry Eko Jaya Putra
Di awal semester, seorang guru bertanya kepada muridnya.
Apakah kalian pernah memperhatikan lalat atau capung yang terperangkap di
jendela kaca ? siswa pun menjawab: pernah pak guru, lalat itu berusaha keras
untuk keluar, ia terbang kesana kemari disepanjang jendela, sesekali ia
menabrakkan kepalanya ke kaca jendela yang keras. Sang gurupun bertanya
lagi, apakah ia berhasil ? tidak pak, jawab si murid. Kemudian sang guru
bertanya lagi, apakah ia sudah berusaha untuk keluar ? tentu saja pak guru,
bahkan ia sudah berusaha dengan sangat keras.
Friday, June 26, 2015
DAN SAMPAHPUN MENJADI KARYA BERNILAI TINGGI DI TANGAN PARA PIAWAI
Oleh: Herry Eko Jaya Putra
Dalam kamus besar bahasa indonesia, sampah berarti barang
atau benda yg dibuang karena tidak terpakai lagi dan sebagainya. Sehingga makna
sampah ini menjadi relatif bagi setiap orang. Bagi seseorang, botol plastik bekas
minuman adalah sampah yang akan dibuang. Namun bagi sebagian lain, botol
plastik tersebut merupakan bahan baku yang dicari dan dikumpulkan untuk
menghasilkan produk bernilai tinggi. Bagi seseorang, “sampah” itu membuat risih
dan menimbulkan ketidaknyamanan, namun bagi sebagian yang lain “sampah” itu
terlihat sebagai sumber penghasilan yang menjanjikan. Berbeda sudut pandang,
maka berbeda pula cara penyikapan.
Berikut beberapa karya para piawai yang mampu mengubah
sampah menjadi produk bernilai tinggi:
Tuesday, June 2, 2015
BERBUAT KEJAM PUN TETAP DENGAN KASIH SAYANG
Ditulis oleh: Herry Eko Jaya Putra
Sesungguhnya Allah SWT telah menentukan untuk berbuat baik terhadap segala sesuatu. Bila kamu membunuh maka baguskanlah dalam membunuh dan bila menyembelih maka baguslah dalam cara menyembelih. Hendaklah salah seorang kamu menajamkan belatinya dan menjadikan binatang sembelihan cepat mati.” (HR. Muslim)
Dalam sebuah diskusi dikantor, seorang teman bertanya: “mengapa
menyembelih hewan disunnahkan pada leher bagian depan (tenggorokan dan
kerongkongan) sedangkan dalam hukuman pancung dilakukan pada leher bagian
belakang (tulang leher)”.
“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal. Jika kalian membunuh maka bunuhlah dengan ihsan, jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan ihsan. Hendaknya kalian mempertajam pisaunya dan menyenangkan sembelihannya.” (HR. Muslim).
Thursday, May 21, 2015
SISTEM PERTAHANAN TUBUH ( SISTEM IMUN )
Ditulis oleh: Moch Habib El-Huseiny
Jika dianalogikan maka kita dapat menyebut Sistem Imun yang ada pada tubuh kita itu sebagai suatu kesatuan prajurit perang yang kompleks. Ibaratnya mereka itu seperti Brigade Izzudin Al-qossam yang piawai dalam menumpas tentara Zionis yang sering menyusup ke daerah Palestina.
Mungkin seperti ini cara kerja mereka......
Dalam suatu wilayah konflik tentu akan ada benteng yang dibangun oleh
masing-masing kubu sebagai alat pertahanan diri mereka paling awal. Sama
halnya dengan tubuh manusia, kita memiliki lini pertahanan lapis
pertama yang terdiri dari kulit, silia dan mukosa pada saluran nafas,
dan asam lambung yang ada pada sistem digesti kita. Kita ibaratkan lah
dalam suatu kesempatan tentara Zionis berhasil menembus benteng yang
telah dibangun oleh para tentara Al-qossam diperbatasan tadi. Ya,
mungkin ada sedikit kelengahan dari beberapa prajurit Al-qossam yang
bertugas untuk menjaga perbatasan. Sehingga ada tentara Zionis yang
berhasil masuk ke wilayah Palestina. Seperti itu jugalah tubuh kita.
Disuatu waktu mungkin ada beberapa faktor yang muncul sehingga
menyebabkan lini pertahanan awal kita tertembus. Contoh sederhananya
mungkin tangan kita tertusuk duri, atau terjatuh lalu menyebabkan luka
lecet pada kulit, dsb.Saturday, May 9, 2015
BIOLOGY HATERS
Oleh: Rikoyatra
Sungguh mengejutkan mengajar di kelas baru, pasalnya
sepanjang waktu yang pernah kulalui sebagai seorang guru biologi baru kali ini
menjumpai kelas yang didalamnya terdapat kelompok biology haters dan mereka terang-terangan mendeklarasikan dirinya sebagai
biology haters diawal pertemuan dan menunjukkan
kepadaku siapa ketuanya. Aneh saja rasanya karena hal seperti ini belum pernah
kuhadapi. Hebatnya lagi mereka menantang “jika aku bisa mengubah ketua biology haters menjadi biology lovers, maka mereka akan
mengakui kehebatanku sebagai seorang guru”. Ha…ha…ha… aku pun tertawa, kubalas tantangan
mereka dengan senyum, namun dalam hati kukatakan, oke kuterima tantangan ini !
Thursday, March 5, 2015
KEPOMPONG
Sungguh menyentuh, kalimat dari seorang teman.
Lihatlah kepompong itu,
ia berkarya dalam diam
tetap bertahan dalam kesempitan
hingga tiba waktunya ia menjadi kupu-kupu
ia 'kan terbang menari
menebarkan kebaikan diantara bunga-bunga
memberi keindahan pada dunia
Lihatlah kepompong itu,
ia berkarya dalam diam
tetap bertahan dalam kesempitan
hingga tiba waktunya ia menjadi kupu-kupu
ia 'kan terbang menari
menebarkan kebaikan diantara bunga-bunga
memberi keindahan pada dunia
Thursday, February 19, 2015
JANGAN MAU JADI GURU BIASA, JADILAH GURU LUAR BIASA !
Kamis, 19 Februari 2015, saya diminta untuk mengisi acara
muhasabah buat guru-guru di Bimbel JF Course Padang. Serasa tidak yakin dan tidak
berkompeten, saya pun menyampaikan kepada pimpinan lembaga tersebut yang juga
merupakan junior saya ketika kuliah dulu bahwa “kalau muhasabah sepertinya saya kurang berkompeten dalam hal itu, namun
kalau refleksi sebagai guru, insyaallah diusahakan”. Akhirnya agenda muhasabah
pun diganti dengan agenda refleksi. Berikut beberapa pokok pikiran yang saya
sampaikan kepada guru-guru di JF course yang rata-rata masih muda, energik dan
ceria (saya rasa para siswa pasti senang belajar dengan mereka-mereka yang
berwajah ceria tersebut).
Tidak semua orang berkeinginan menjadi guru, bahkan
diantara para guru yang ada sekarang pun tidak semuanya memang bercita-cita
menjadi guru sejak dari awalnya. Sehingga ada banyak alasan dan motif seseorang
kemudian memilih menjadi guru. Ada yang menjadi guru karena orang tuanya guru
kemudian ia pun ingin menjadi guru. Ada yang menjadi guru karena bekerja
sebagai guru nantinya akan ada banyak libur sekolah sehingga akan punya banyak waktu
untuk keluarga. Ada juga yang menjadi guru karena menganggap ini adalah
pekerjaan mulia dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Atau bahkan ada yang menjadi
guru sebagai batu loncatan karena belum ada peluang lain yang lebih baik, jadinya
yah sementara ngajar dulu deh sambil menunggu peluang lain yang lebih
menjanjikan.
Terlepas apapun motivasi seseorang untuk menjadi guru,
yang pasti sekarang mereka telah menjadi guru. Lantas sekarang, apakah mereka
hanya akan menjadi guru (biasa) atau menjadi “GURU LUAR BIASA”.
Monday, February 16, 2015
“GALAU” ; Tanda Keimanan
Oleh : Herry Eko Jaya Putra
Dahulu, kata galau ini hampir tidak pernah di dengar oleh
telinga kita. Namun sekarang, kata “GALAU” ini sudah menjadi kata yang populer
di kalangan muda-mudi. Sedikit saja ada masalah sudah galau, murung dikit
dibilang galau. Sebenarnya apa sih makna kata galau ini.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), galau
/ga·lau/
a, bergalau /ber·ga·lau/ a sibuk beramai-ramai; ramai
sekali; kacau tidak keruan (pikiran); kegalauan /ke·ga·lau·an/ n
sifat (keadaan hal) galau. Namun makna kata galau yang populer saat ini
mengalami perluasan makna dari makna resmi kata galau sesuai KBBI diatas, yang
kemudian menjadi : sedih, gelisah, bingung, bimbang dan lainnya yang
menggambarkan perasaan tidak karuan seseorang.
Lantas, apa pula hubungannya kata “GALAU” ini dengan
keimanan seperti judul di atas ?
Subscribe to:
Posts (Atom)






