Laman

Senin, 25 April 2016

"Miskonsepsi" tentang Hukum Mendel?

Oleh: Herry Eko Jaya Putra 
Ilmu genetika tidak akan pernah melupakan jasa seorang ahli botani berkebangsaan Austria yang bernama Gregor Johann Mendel (1822-1884). Ia menyilangkan kacang ercis (Pisum sativum) dengan hati-hati berulang kali selama 12 tahun, kemudian hasil persilangan ditanam dan di amati. Dari pengamatannya, Mendel mengembangkan teori pewarisan sifatnya beberapa dasawarsa sebelum kromosom dapat terlihat dengan mikroskop dan nilai penting kromosom dipahami. Saat itu teori Mendel belum diakui. Setelah ditemukannya berbagai teknologi pada abad ke-20 terutama mikroskop elektron, barulah teori Mendel diakui menjadi sebuah hukum dimana saat itu ia sudah meninggal. Hukum pewarisan Mendel adalah hukum mengenai pewarisan sifat pada organisme yang dijabarkan dalam karyanya “Percobaan Mengenai Persilangan Tanaman” dan kemudian menjadi dasar bagi perkembangan ilmu genetika.

Hukum ini terdiri dari dua bagian, yaitu hukum 1 Mendel yang dikenal dengan hukum pemisahan (segregation) dan hukum 2 Mendel yang dikenal sebagai hukum berpasangan secara bebas (independent assortment). Pada kebanyakan buku pelajaran disekolah, hukum 1 mendel dijelaskan dengan persilangan monohibrid dan hukum 2 mendel dijelaskan melalui persilangan dihibdrid. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan hal tersebut, karena memang hukum 1 Mendel dapat dibuktikan dengan memperhatikan satu sifat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Begitu juga dengan hukum 2 Mendel dapat dibuktikan dengan memperhatikan kombinasi-kombinasi yang terbentuk dari dua sifat atau beberapa sifat yang diamati dari hasil persilangan. Masalahnya adalah efek yang timbul dari penjelasan tersebut. Beberapa efek pemahaman yang muncul dikalangan guru maupun siswa tentang hukum mendel tersebut antara lain sebagai berikut.
1.      Hukum 1 Mendel hanya berlaku untuk persilangan monohibrid
2.      Hukum 2 Mendel hanya berlaku untuk persilangan dihibrid atau polihibrid
3.      Hukum 1 dan hukum 2 Mendel seolah-olah adalah 2  hukum yang terpisah
4.      Bila ditanya tentang hukum 1 atau hukum 2 Mendel, yang paling diingat adalah persilangan monohibrid atau dihibridnya
5.      Jika ditanya bunyi hukum 1 atau 2 mendel, agak kesulitan menjawab disebabkan karena hukum tidak dijelaskan dengan baik oleh guru atau buku pelajaran di sekolah. Yang banyak adalah penjelasan tentang persilangan monohibrid dan dihibrid.

Untuk mengetahui bagaimana sebenarnya hukum Mendel ini, mari kita lihat satu persatu.

Blogger Tricks

Jumat, 19 Februari 2016

BELAJAR KEJUJURAN DAN AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR DARI MATEMATIKA



Oleh: Herry Eko Jaya Putra

Matematika selalu mengajarkan kejujuran kepada kita dalam tiap operasinya. Saat sebuah operasi matematika menggunakan tanda “=” itu berarti jumlah bilangan di ruas kiri pastilah sama dengan jumlah bilangan disebelah kanan, tidak boleh berbeda. Begitu juga dengan tanda >, < atau ≠ semuanya akan menjelaskan bilangan sesuai dengan tanda bilangan yang kita gunakan. Matematika mengajarkan kepada kita untuk bersikap objektif dan apa adanya, itulah sebabnya saya mengatakan bahwa matematika adalah ilmu tentang kejujuran.

Saat kita meletakkan bilangan yang tidak sesuai dengan tanda, maka saat kita telah melakukan kesalahan dalam operasi bilangan. Kesalahan pada satu tahap operasi bilangan, akan menyebabkan kesalahan beruntun pada operasi-operasi berikutnya. Oleh sebab itu, kejujuran harus dilakukan pada setiap tahap dan proses operasi bilangan hingga selesai. Matematika mengajarkan kita untuk jujur pada setiap kondisi, dari awal hingga akhir.

Kejujuran ini juga digambarkan oleh matematika dalam hal merespon perilaku negatif, sebagaimana prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Perhatikan gambar berikut:


RUMUS 1
Matematika mengajarkan kita untuk jujur dalam merespon sebuah perilaku. Seperti

Minggu, 17 Januari 2016

RUMUS TEKANAN

Oleh: Herry Eko Jaya Putra

Sekali-sekali nulis tentang fisika ah.
Kebanyakan guru fisika, saat memulai belajar fisika seringkali mengawali pembelajaran dengan rumus-rumus, benar-benar gawat. Pantas saja kebanyakan siswa langsung kleper-kleper pas blajar fisika. Padahal belajar fisika itu asyik banget, kecuali pas ketemu rumus-rumus berbahaya itu, he…he…

Dengan fisika, banyak sekali gejala alam yang bisa kita amati, pelajari dan mengambil hikmah dari fenomena alam tersebut. Namun sayang, kebanyakan guru fisika lebih fokus kepada rumus-rumus ketimbang membawa siswa mengamati berbagai gejala alam dan mengambil hikmah dari gejala tersebut. Tulisan ini ingin memberikan sedikit contoh dari sekelumit hikmah yang dapat diambil dari konsep fisika, walau mungkin kesannya dikait-kaitkan. Tapi itu tidak masalah, yang penting ada nilai-nilai positif yang bisa kita berikan dalam proses pembelajaran.

Saat mempelajari konsep tekanan, mulailah dengan mencoba meminta siswa menekan telapak tangannya dengan bagian belakang pena yang tumpul, kemudian setelah itu minta lagi siswa untuk menekan (menusuk) telapak tangan dengan bagian mata pena yang runcing. Tanyakan mana yang lebih sakit? Tentunya jawaban siswa adalah saat ditekan dengan bagian yang lebih runcing. Lantas mengapa bagian yang lebih runcing (luas permukaannya kecil) menimbulkan lebih banyak rasa sakit? Jawabannya karena bagian yang runcing memberikan tekanan lebih besar dibandingkan bagian yang lebih tumpul. Itu berarti semakin kecil luas permukaan benda, maka semakin besar tekanan yang diberikannya.

Hikmah, tekanan akan memberikan rasa sakit kepada seseorang. Orang yang sakit, adalah orang yang mengalami banyak tekanan. Semakin banyak tekanan yang diterima oleh seseorang, semakin besar rasa sakit yang dirasakannya. Oleh sebab itu, perilaku menekan orang lain dalam bentuk apa saja adalah perbuatan yang tidak baik dilakukan karena dapat menyakiti orang lain.

Sabtu, 09 Januari 2016

SERI VIDEO MODEL PEMBELAJARAN (2)

Dikumpulkan oleh: Herry Eko Jaya Putra

4. Course Review Horray
Model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay  yaitu model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana kelas menjadi meriah dan menyenangkan karena setiap kelompok yang dapat menjawab benar maka siswa tersebut diwajibkan berteriak "HOREY" atau yel-yel lainnya yang disukai.

 
 
5. Team Assisted Individualization (TAI)

Model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization atau Team Accelerated Instruction) merupakan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered). Pada model pembelajaran kooperatif ini, siswa biasanya belajar menggunakan LKS (lembar kerja siswa) secara berkelompok. Mereka kemudian berdiskusi untuk menemukan atau memahami konsep-konsep. Setiap anggota kelompok dapat mengerjakan satu persoalan (soal) sebagai bentuk tanggungjawab bersama. Penerapan model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization lebih menekankan pada penghargaan kelompok, pertanggungjawaban individu dan memperoleh kesempatan yang sama untuk berbagi hasil bagi setiap anggota kelompok.

SERI VIDEO MODEL PEMBELAJARAN (1)

Dikumpulkan oleh: Herry Eko Jaya Putra

Menjadi guru tidaklah semudah menjadi murid. Guru adalah orang yang memiliki kemampuan untuk mengajarkan ilmu yang dimilikinya. Tanpa kemampuan tersebut, seseorang tidak akan disebut sebagai guru walau sebanyak apapun ilmu yang dimilikinya. Sehingga, kemampuan mengajarkan ilmu menjadi hal penting yang harus dikuasai oleh seorang guru.

Dengan demikian, setiap guru harus mampu menyajikan pelajaran semenarik mungkin pada setiap pertemuannya, agar muncul minat siswa untuk belajar. Untuk itu dibutuhkan kreasi dan inovasi dari seorang guru demi memunculkan suasana pembelajaran yang bervariasi dan menarik pada setiap pertemuan. Pintar saja tidak cukup, butuh lebih banyak kreatifitas untuk menjadi guru yang berhasil. Namun demikian para guru tidak perlu bingung dalam mencari ide dalam merancang pembelajaran yang akan dilaksanakannya, karena saat ini telah terdapat begitu banyak model pembelajaran yang dikembangkan dan diteliti oleh para ahli sehingga kita bisa saja langsung mengadopsi, memodifikasi dan memvariasikan berbagai model yang telah ada tersebut untuk kemudian kita aplikasikan dikelas kita.

Berawal dari hal diataslah, seri video model pembelajaran ini dibuat dan dikumpulkan dengan niat untuk membantu para guru dalam mengaplikasikan dan mengembangkan berbagai model pembelajaran yang telah ada. Walau demikian, kami menyadari bahwa seri video yang ditampilkan disini masih terdapat kekurangan disana-sini oleh sebab itu jika ada saran yang membangun dari para pembaca/penonton, silahkan tuliskan dikolom komentar dibawah. Kemudian, tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Prof. Dr. Lufri, M.S dan Ibuk Dr. Zulyusri, M.P yang telah memberi bimbingan dan banyak inspirasi selama perkuliahan, semoga ilmu yang diberikan menjadi berkah bagi kita semua. Amin.

1. Direct Instruction
Dikenal juga sebagai model pembelajaran langsung, merupakan sebuah model pembelajaran yang bersifat teacher centered (berpusat pada guru). Saat melaksanakan model pembelajaran ini, guru harus mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan yang akan dilatihkan kepada siswa, selangkah demi selangkah. Guru sebagai pusat perhatian memiliki peran yang sangat dominan. Karena itu, pada direct instruction, guru harus bisa menjadi model yang menarik bagi siswa.
 

 

2. Probing-Prompting
Menurut arti katanya, probing adalah penyelidikan, pemeriksaan dan prompting adalah mendorong atau menuntun. Pembelajaran probing prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan pengetahuan tiap siswa dan pengalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. Selanjutnya siswa mengkonstruksi konsep-prinsip dan aturan menjadi pengetahuan baru, dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan.

 

Selasa, 24 November 2015

MAKALAH: Pengaruh Minat terhadap Aktifitas dan Prestasi Belajar Siswa

Disusun Oleh: Herry Eko Jaya Putra



BAB I
PENDAHULUAN

Belajar adalah usaha sadar yang dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan atau menguasai suatu ilmu pengetahuan. Menurut Rahyubi (2012: 3), belajar memiliki arti dasar akan adanya aktifitas atau kegiatan dan penguasaan tentang sesuatu. Belajar merupakan segenap rangkaian kegiatan atau aktifitas yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa penambahan pengetahuan atau kemahiran berdasarkan alat indera dan pengalamannya. Kualitas belajar seseorang ditentukan oleh pengalaman-pengalaman yang diperolehnya saat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Susanto (2013: 5) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan hasil belajar siswa adalah kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui kegiatan belajar. Hasil belajar siswa ini dipengaruhi oleh dua faktor yaitu siswa itu sendiri dan lingkungannya. Siswa dalam artian kemampuan berpikir, motivasi, minat dan kesiapan siswa. Sedangkan lingkungan yang mempengaruhi hasil belajar siswa meliputi sarana dan prasarana, kompetensi guru, kreativitas guru, sumber belajar, metode belajar serta dukungan keluarga dan masyarakat.
Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi hasil belajar siswa adalah minat belajar siswa. Susanto (2013: 66) mengatakan, “minat merupakan suatu kekuatan motivasi yang menyebabkan seseorang memusatkan perhatian terhadap sesuatu atau kegiatan tertentu”. Dengan demikian minat menjadi faktor yang sangat penting untuk membuat siswa perhatian, fokus dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Tinggi rendahnya minat siswa terhadap suatu proses pembelajaran tentulah akan mempengaruhi hasil belajar siswa pada pelajaran tersebut. Menurut Uno dan Muhammad (2011: 250), bakat dan minat siswa berpengaruh terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran tertentu.

Minggu, 25 Oktober 2015

PEMIMPIN ITU.....

Oleh: Rikoyatra
Pemimpin itu bukanlah orang yang seharusnya bisa menyelesaikan semua masalah, melainkan ia adalah orang yang mampu menginspirasi orang-orang disekitarnya untuk bergerak bersama menyelesaikan masalah yang dihadapi.


Masalah tidak akan membuat kita menjadi apa-apa, namun cara kita merespons masalah lah yang membuat kita akan menjadi siapa ?

Selasa, 13 Oktober 2015

TIPS MENGEFEKTIFKAN METODE CERAMAH




Metode ceramah adalah metode yang paling banyak digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi pelajaran di kelas. Sebagian orang beranggapan metode ceramah adalah metode yang kurang baik untuk diterapkan dalam pembelajaran. Bahkan sebagian orang (supervisor, pelatih, dosen) ada yang “alergi” ketika melihat RPP seorang guru yang akan disupervisinya menggunakan metode ceramah, saat mendengar kata-kata ceramah itu kesan yang muncul adalah suasana monoton, tidak menarik dan membosankan, padahal dalam banyak kesempatan justru mereka sendiri seringkali menggunakan metode ceramah ini.

Mungkin kita pernah melihat/mendengar sebuah ceramah dari seseorang yang benar-benar menggugah dengan tanpa memunculkan kesan membosankan sedikitpun. Dilain waktu kita juga mendengar ceramah dari orang yang lain yang ternyata sukses membuat kita bosan. Walaupun dua contoh diatas sama-sama menggunakan metode ceramah namun ia memberikan efek yang berbeda kepada audiens, karena setiap penceramah memiliki daya tarik yang berbeda-beda.

Sabtu, 27 Juni 2015

LALAT DAN CARA BERPIKIR YANG MONOTON

Ditulis oleh: Rikoyatra
Di awal semester, seorang guru bertanya kepada muridnya. Apakah kalian pernah memperhatikan lalat atau capung yang terperangkap di jendela kaca ? siswa pun menjawab: pernah pak guru, lalat itu berusaha keras untuk keluar, ia terbang kesana kemari disepanjang jendela, sesekali ia menabrakkan kepalanya ke kaca jendela yang keras. Sang gurupun bertanya lagi, apakah ia berhasil ? tidak pak, jawab si murid. Kemudian sang guru bertanya lagi, apakah ia sudah berusaha untuk keluar ? tentu saja pak guru, bahkan ia sudah berusaha dengan sangat keras.

Jumat, 26 Juni 2015

DAN SAMPAHPUN MENJADI KARYA BERNILAI TINGGI DI TANGAN PARA PIAWAI



Oleh: Rikoyatra

Dalam kamus besar bahasa indonesia, sampah berarti barang atau benda yg dibuang karena tidak terpakai lagi dan sebagainya. Sehingga makna sampah ini menjadi relatif bagi setiap orang. Bagi seseorang, botol plastik bekas minuman adalah sampah yang akan dibuang. Namun bagi sebagian lain, botol plastik tersebut merupakan bahan baku yang dicari dan dikumpulkan untuk menghasilkan produk bernilai tinggi. Bagi seseorang, “sampah” itu membuat risih dan menimbulkan ketidaknyamanan, namun bagi sebagian yang lain “sampah” itu terlihat sebagai sumber penghasilan yang menjanjikan. Berbeda sudut pandang, maka berbeda pula cara penyikapan.

Berikut beberapa karya para piawai yang mampu mengubah sampah menjadi produk bernilai tinggi: